Langsung ke konten utama

Minimal Tiga Hal Ini di Patuhi Kala Bersepeda di Jalan Raya





Bersepeda sudah menjadi gaya hidup masyarakat Indonesia. Tidak hanya di perkotaan namun juga merambah kota-kota kecil hingga wilayah kecamatan. Banyak komunitas bermunculan. Komunitas ini kerap mengadakan kegiatan bersepeda bareng. Ada juga yang mengadkaan kegiatan touring ke luar kota. Saat bersepeda  ada tiga hal yang sebaiknya dipatuhi demi keamanan pesepeda maupun orang lain.

1. Gunakan Helm

Melaju di jalan raya dengan kecepatan berapapun artinya berisiko cedera kala terjatuh. Apalagi bila melaju dengan kencang. Bagi pesepeda yang menjalani hobi sudah agak lama, melaju dengan kecepatan 20 kilometer perjam di jalan datar adalah kecepatan rata-rata yang biasa ditempuh. Itu masih dalam zona nyaman bersepeda. Sebagian dari pesepeda bahkan mampu menempuh kecepatan rata-rata di atas 25 kilometer per jam.

Guna meminimalkan cedera di kepala alangkah baiknya gunakan helm sepeda. Banyak pesepeda yang mendisiplinkan dirinya sendiri untuk mewajibkan menggunakan helm. Helm sepeda yang terstandar di desain melindungi dari bagian depan hingga bagian belakang kepala (tengkorak bagian atas).


2. Siapkan Alat Tambahan Bila Bersepeda Jarak Jauh

Sejumlah peralatan tambahan juga perlu disiapkan bila bersepeda dengan jarak tempuh cukup jauh. Peralatan ini demi kenyamanan bersepeda sekaligus keamanan di  jalan raya. Apalagi bila bersepeda hingga malam hari. Beberapa peralatan tambahan itu antara lain;

  •  Lampu depan dan lampu flash belakang

Melintas di jalan raya artinya kita berbagai dengan pengendara lainnya. Mulai dari sepeda motor, mobil hingga bus. Bila melaju siang hari, pesepeda akan jelas kelihatan oleh pengguna jalan lainnyha. Selama melaju di lajur sebelah kiri pesepeda relatif aman. Begitu pula saat bersepeda dalam kelompok, selama melaju berurutan satu-satu di lajur sebelah kiri juga relatif aman.

Bila bersepeda jarak jauh ada berpeluang masih mengayuh sepeda di jalan hingga malam hari. Ini menjadikan lebih rawan kecelakaan. Penyebabnya kemampuan penglihatan (visibilitas) pengguna jalan lebih terbatas saat malam hari. Bahkan di jalan raya yang ada penerangan jalan umum sekalipun - visibilitas pengguna jalan tidak sebagus kala siang hari. Bila bersepeda hingga malam hari maka perlu menyiapkan lampu depan dan lampu flash bagian belakang. Tambahan peralatan ini membuat pengendara sepeda lebih mudah terlihat pengguna jalan lainnya.

  • Sepatu dan Kacamata

Memakai sepatu saat bersepeda jarak jauh akan lebih nyaman. Selain itu juga melindungi telapak kaki. Pemakaian kacamata juga akan melindungi mata dari debu di jalanan.


3. Hindari Menerobos Lampu Lalu Lintas

Sepeda tidak masuk dalam alat transportasi umum. Oleh karenanya tidak ada sanksi tilang kepada pesepeda yang menerobos lampu lalu lintas. Namun demikian demi keselamatan diri sendiri maupun orang lain sebaiknya menghindari menerobos lampu lalu lintas.

Saat di jalan raya ada banyak orang dan banyak pengendara lainnya. Bisa jadi sebagian dari mereka sedang gugup, ada yang melamun, mengantuk ataupun kurang  konsentrasi. Menerobos lampu lalu lintas akan sangat membahayakan.

Selain itu juga menghindari bersepeda melawan arus pada lalu lintas dengan lajur searah. Ini juga membahayakan diri sendiri. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilih Sepeda Lipat atau MTB, Ini Kelebihan Masing-masing

URBANSPORTI - Belakangan ini ragam sepeda kian banyak. Berevolusi sedemikian rupa. Banyak pabrikan berlomba-lomba menciptakan sepeda yang dinilai nyaman bagi penggunanya. Maka tidak elok bila menyebut jenis sepeda terbaik untuk olahraga bersepeda. Yang ada adalah jenis sepeda yang cocok dengan kita, sesuai dengan kebutuhan medan dan fungsinya. Maka membeli sepeda boleh pilih-pilih agar pas. Ada banyak jenis sepeda, berikut urbansporti menyajikan dua diantaranya. Sepeda lipat dan sepeda gunung. 1. Sepeda Lipat (Folding Bike) Sepeda lipat, sebagai mana namanya, memang didesain untuk bisa dilipat. Ada titik sumbu pada frame yang memungkinkan sepeda ini dilipat. Cukup kendurkan tuasnya lalu lipat. Ini membuat sepeda lipat irit ruang penyimpanan. Artinya tidak memakan ruang saat menyimpan di rumah maupun di tempat kerja. Bisa disimpan di bawah meja, almari, di bawah tangga atau di bawah meja kerja. Selain itu, setelah dilipat bisa dimasukan ke dalam bagasi mobil. Ini membuat sepeda lipat be

Mengenal 5 Merk Sepeda Lipat Berkualitas di Dunia

Sepeda Lipat ( folding bike ). (Foto: andrea piacquadio dari Pexels) URBANSPORTI-Sepeda lipat (folding bike) sejatinya didesain untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban. Dimana hunian kian terbatas yang memungkinkan dengan melipat sepeda menjadikan penyimpanan lebih praktis. Melipat sepeda maka bisa mengurangi volume penyimpanan dari setengah hingga nyaris sepertiganya. Dengan begitu akan lebih mudah saat menyimpan di dalam almari, di bawah meja kerja atapun membawanya masuk dalam lift bagi yang tinggal di apartemen. Sistem pelipatan juga akan memudahkan saat mengangkut dengan kendaraan seperti bus, kereta api ataupun mobil. Sebagai hobi dan gaya hidup, sepeda lipat tidak hanya mengedepankan fungsinya saja, namun juga prestise dan kenyamanan.  Sejumlah produsen sepeda lipat pun banyak menyajikan sepeda lipat dengan desain yang bagus, simpel dan menarik serta menggunakan bahan terbaik, kuat, nyaman dipakai dan berbobot makin ringan. Ini menjadikan beberapa sepeda lipat berharga selangi

Bersepeda Jarak Jauh, Cukup Setel Gear di Posisi Nyaman

Orang yang baru memulai hobi olah raga sepeda biasanya akan dihadapkan pada beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah untuk bersepeda jarak jauh enaknya pakai gear di posisi besar atau di posisi kecil?. Tentu pertanyaan ini untuk sepeda dengan gear berjenis multi gear ataupun single chairning dengan multi sprocket (cassettes). Seperti diketahui gear sepeda terdiri dari chairning (depan) dan sprocket (belakang) yang  dihubungkan dengan rantai. Sebagian sepeda dibantu dengan perangkat derailleur dan shifter untuk memindahkan gigi. Pada sepeda multi gear, jika chairning disetel pada gigi besar maka kekuatan kayuh (force) yang dibutuhkan lebih besar. Namun laju sepeda lebih kencang.  Sebaliknya bila sprocket diset pada posisi lebih besar, maka butuh kekuatan atau daya dorong kaki yang lebih kecil namun laju sepeda lebih lambat. Dan sebaliknya. Ada beragam kemungkinan kombinasi pemakaian gear pada sepeda. Tergantung jumlah chairning dan sprocket. Ada istilah 3x7, 3x9, 2x10 dan s