Langsung ke konten utama

Manfaat Bersepeda Sambil Menyusuri Jalan Pedesaan dan Jalur Wisata Alam



Bersepeda menyusuri pegunungan (foto Flo Marderebner/pexel

Bersepeda bagi sebagian penghobinya tidak hanya sekadar sarana berolah raga, namun berfungsi pula sebagai sarana refreshing. Badan lebih sehat, stamina terjaga dan pikiran lebih fresh. Salah satu menikmati hobi bersepeda dengan nilai tambah sebagai sarana refreshing yaitu dengan menyusuri jalur pedesaan. Bisa pula menyusuri jalur wisata alam.

Kelebihan bersepeda dibandingkan olah raga aerobik lainnya adalah mampu menempuh jarak dari belasan hingga puluhan kilometer. Kemampuan jarak tempuh ini membuat penghobi sepeda bisa lebih fleksibel menentukan waktu dan rute yang akan dilalui. Tidak jarang penghobi sepeda menargetkan rute menuju luar kota. Semisal bersepeda di jalan-jalan pedesaan maupun di jalur wisata. Tujuannya adalah bersepeda sembari menikmati pemandangan alam.

Sebagian besar kabupaten/kota di Indonesia tentunya memiliki tempat wisata favorit. Apalagi di era medsos seperti saat ini. Banyak tempat wisata baru bermunculan. Setidaknya wisata yang menjual panorama alam dan spot selfi. Penggagasnya tidak hanya pemerintah daerah atau swasta namun banyak pula yang tumbuh dan dikelola oleh pemerintah desa. Keberadaan tempat wisata ini setidaknya bisa untuk menentukan titik singgah ataupun titik tujuan saat bersepeda.

Setidaknya ada dua manfaat yang diperoleh bila bersepeda menyusuri jalan pedesaan maupun jalur wisata alam;

Bersepeda sembari menikmati alam (foto :Daniel Frank/pexel)

1. Kualitas Udara yang Masih Bagus


Sepeda merupakan olah raga aerobik. Sehingga bila kualitas udara yang dihirup rendah polutan tentu akan lebih baik. Semakin bersih kualitas udara akan semakin baik. Berbicara soal kualitas udara, alam pedesaan jamaknya memiliki kualitas udara yang lebih baik dibandingkan perkotaan. Maka tak heran banyak penghobi olah raga sepeda melakukan tour luar kota. Mereka menempuh jalur pedesaan menuju tempat wisata, seperti pantai atapun pegunungan. Bahkan tidak sedikit yang memiliki rute-rute favorit yang bisa dilalui untuk bersepeda rutin kala akhir pekan atau saat libur.

Biasanya para penghobi olahraga sepeda ini sudah mengayuh sepedanya sejak pagi hari sebelum matahari terbit. Sebab kualitas udara pada pagi hari ini biasanya relatif lebih bersih. Menuju pedesaan kualitas udaranya semain baik dan segar. Menghirup udara yang bersih ini akan memberikan efek menenenangkan pikiran.


2. Menikmati Panorama Alam


Alasan lainnya bersepeda di alam pedesaan adalah menikmati panorama alamnya. Seperti diketahui banyak orang yang refresing di akhir pekan menuju tempat wisata untuk melepas penat setelah aktivitas sepekan. Bersepeda menuju tempat wisata alam akan memperoleh dua hal. Olah raga sekaligus refreshing.

Beberapa tempat wisata pedesaan pun  sudah banyak yang menawarkan wisata bersepeda sembari menikmati alam pedesaan. Beberapa diantaranya wisata tilik desa di sekitar Borobudur Magelang. Wisata ini menawarkan panorama alam desa sekitar borobudur sembari bersepeda. Ada pula wisata di Sentolo Kulon Progo, Yogyakarta yang menawarkan kepada wisatawan berkeliling desa dengan sepeda tua. Di Bali ada Mountain Volcano Cycling Tour yang menawarkan indahnya Kintamani hingga Tampaksiring dengan bersepeda. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilih Sepeda Lipat atau MTB, Ini Kelebihan Masing-masing

URBANSPORTI - Belakangan ini ragam sepeda kian banyak. Berevolusi sedemikian rupa. Banyak pabrikan berlomba-lomba menciptakan sepeda yang dinilai nyaman bagi penggunanya. Maka tidak elok bila menyebut jenis sepeda terbaik untuk olahraga bersepeda. Yang ada adalah jenis sepeda yang cocok dengan kita, sesuai dengan kebutuhan medan dan fungsinya. Maka membeli sepeda boleh pilih-pilih agar pas. Ada banyak jenis sepeda, berikut urbansporti menyajikan dua diantaranya. Sepeda lipat dan sepeda gunung. 1. Sepeda Lipat (Folding Bike) Sepeda lipat, sebagai mana namanya, memang didesain untuk bisa dilipat. Ada titik sumbu pada frame yang memungkinkan sepeda ini dilipat. Cukup kendurkan tuasnya lalu lipat. Ini membuat sepeda lipat irit ruang penyimpanan. Artinya tidak memakan ruang saat menyimpan di rumah maupun di tempat kerja. Bisa disimpan di bawah meja, almari, di bawah tangga atau di bawah meja kerja. Selain itu, setelah dilipat bisa dimasukan ke dalam bagasi mobil. Ini membuat sepeda lipat be

Mengenal 5 Merk Sepeda Lipat Berkualitas di Dunia

Sepeda Lipat ( folding bike ). (Foto: andrea piacquadio dari Pexels) URBANSPORTI-Sepeda lipat (folding bike) sejatinya didesain untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban. Dimana hunian kian terbatas yang memungkinkan dengan melipat sepeda menjadikan penyimpanan lebih praktis. Melipat sepeda maka bisa mengurangi volume penyimpanan dari setengah hingga nyaris sepertiganya. Dengan begitu akan lebih mudah saat menyimpan di dalam almari, di bawah meja kerja atapun membawanya masuk dalam lift bagi yang tinggal di apartemen. Sistem pelipatan juga akan memudahkan saat mengangkut dengan kendaraan seperti bus, kereta api ataupun mobil. Sebagai hobi dan gaya hidup, sepeda lipat tidak hanya mengedepankan fungsinya saja, namun juga prestise dan kenyamanan.  Sejumlah produsen sepeda lipat pun banyak menyajikan sepeda lipat dengan desain yang bagus, simpel dan menarik serta menggunakan bahan terbaik, kuat, nyaman dipakai dan berbobot makin ringan. Ini menjadikan beberapa sepeda lipat berharga selangi

Bersepeda Jarak Jauh, Cukup Setel Gear di Posisi Nyaman

Orang yang baru memulai hobi olah raga sepeda biasanya akan dihadapkan pada beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah untuk bersepeda jarak jauh enaknya pakai gear di posisi besar atau di posisi kecil?. Tentu pertanyaan ini untuk sepeda dengan gear berjenis multi gear ataupun single chairning dengan multi sprocket (cassettes). Seperti diketahui gear sepeda terdiri dari chairning (depan) dan sprocket (belakang) yang  dihubungkan dengan rantai. Sebagian sepeda dibantu dengan perangkat derailleur dan shifter untuk memindahkan gigi. Pada sepeda multi gear, jika chairning disetel pada gigi besar maka kekuatan kayuh (force) yang dibutuhkan lebih besar. Namun laju sepeda lebih kencang.  Sebaliknya bila sprocket diset pada posisi lebih besar, maka butuh kekuatan atau daya dorong kaki yang lebih kecil namun laju sepeda lebih lambat. Dan sebaliknya. Ada beragam kemungkinan kombinasi pemakaian gear pada sepeda. Tergantung jumlah chairning dan sprocket. Ada istilah 3x7, 3x9, 2x10 dan s